Bandung – Peserta kuliah lapangan Karangsambung 2017 Program Studi Teknik Geofisika ITB telah diberangkatkan Senin (08/05/17).  Rombongan peserta diberangkatkan  melalui Stasiun Bandung pada Pk 07.20 WIB. Sebelum peserta diberangkatkan, terlebih dahulu dilaksanakan apel pembukaan di sekitar area parkir stasiun. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Satria Bijaksana kembali mengingatkan para peserta agar selalu memperhatikan perilaku dan sikap serta menghormati norma-norma yang ada di masyarakat. “Kita berada di tengah-tengah masyarakat, sudah sepatutnya kita menjaga sikap selama berada di luar. Saya harap kalian bisa menjadi orang yang dewasa.” tandasnya.  Tidak ketinggalan, Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc. juga memberikan sambutan singkat, beliau berpesan kepada seluruh peserta untuk selalu menjaga kedisiplinan dan etika selama di luar kampus nantinya.

Seusai briefing singkat tersebut, para peserta segera di arahkan menuju ke ruang utama stasiun Bandung untuk melaksanakan pembagian tiket boarding pass. Tepat Pk 07.20, kereta Lodaya yang digunakan mulai berangkat. Perjalanan Bandung – Gombong ditempuh sekitar 6 jam. Selanjutnya, perjalanan dari Gombong menuju ke Karangsambung ditempuh melalui jalur darat. Perjalanan tersebut ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam perjalanan.

Setiba di lokasi Kampus LIPI Karangsambung, para peserta kuliah lapangan Karangsambung 2017 segera diarahkan menuju ke Asrama penginapan masing-masing. Peserta laki-laki Program S1 ditempatkan di asrama Waturanda, peserta berjenis kelamin perempuan (Program S1) ditempatkan di asrama Panasogan, sementara itu peserta yang berasal dari program S2 ditempatkan di asrama Totogan bersamaan dengan para asisten.

Setelah makan malam, kegiatan dilanjutkan dengan perkuliahan yang dibawakan oleh Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc dengan materi “Mengapa belajar di lapangan?”. Selanjutnya, kegiatan perkuliahan malam ditutup dengan materi yang dibawakan oleh Dr. Ir. Budi Brahmantyo, M.Sc. dengan topik “Observasi Geologi (Singkapan Batuan), Interpretasi Geomorfologi & Sketsa.”

 

Leave a Comment