• Location: Orasi Ilmiah Prof. Hendra Grandis: Peran Pemodelan Geofisika untuk Eksplorasi Sumber Daya Alam dan Mitigasi Bencana Kebumian
  • Speakers: Hendra Grandis,

Tahun 2017 ini adalah tahun yang sangat berkesan bagi Program Studi Teknik Geofisika ITB. Kesan mendalam bagi Prodi Teknik Geofisika adalah bertambahnya seorang Guru Besar yang melengkapi komposisi Guru Besar dalam bidang geofisika di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) – ITB. Kehadiran seorang Guru Besar dalam sebuah program studi merupakan sesuatu yang penting. Hal ini tentu akan sangat berkaitan dengan akreditasi dan pengakuan sebuah program studi.

Profesor Hendra Grandis, beliaulah yang menjadi salah satu Guru Besar dalam bidang Geo-Elektromagnetik. Pada 30 September lalu memberikan orasi ilmiah yang mengangkat judul Peran Pemodelan Geofisika dalam Ekplorasi Sumber Daya Alam dan Mitigasi Bencana Kebumian. Acara Orasi Ilmiah Guru Besar dilaksanakan di Aula Barat kampus ITB oleh Forum Guru Besar Institut Teknologi Bandung.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Hendra Grandis menjelaskan dengan sangat baik metode pemodelan geofisika, aplikasi dan perkembangan terkini dan prospeknya untuk masa yang akan datang, khususnya elektromagnetik (EM). Secara istilah, pemodelan geofisika merupakan pencarian nilai minimum dari sebuah fungsi (fungsi misfit, fungsi objektif) pada suatu ruang yang berdimensi banyak sesuai dengan jumlah parameter model. Solusi yang diberikan dari sebuah model dapat menggambarkan distribusi atau variasi spasial dari sifat fisika bawah permukaan yang dapat digunakan untuk memperkirakan kondisi atau struktur geologinya. Oleh karena itu, aplikasi metode geofisika dapat digunakan untuk eksplorasi sumber daya alam (migas, panas bumi, mineral tambang dan air tanah), studi lingkungan, keteknikan (perkiraan sebaran zat racun dalam tanah, konfigurasi batuan keras untuk fondasi bangunan tinggi dan lain-lain) serta studi mitigasi bencana kebumian (identifikasi sesar aktif, geometri struktur dalam tubuh gunung api, pemetaan bidang gelincir pada lereng yang berpotensi longsor dan lain sebagainya).

Secara bahasa yang umum dipahami, geofisika merupakan aplikasi ilmu fisika untuk mempelajari bagian dalam (interior) bumi mulai dari lapisan kerak bumi (crust) sampai inti bumi (core). Untuk mendalami geofisika tentu diperlukan penguasaan fisika dan matematika yang kuat, kemahiran komputasi yang mumpuni sebagai perangkat perhitungan dan analisis serta pemahaman geologi yang memadai untuk interpretasi hasil.

Dalam prakteknya, keilmuan geofisika sangat berkaitan dengan data (gelombang, medan atau parameter observasi yang lain) dan parameter fisis bawah permukaan yang relevan seperti densitas, sifat kemagnetan, kecepatan rambat gelombang seismik, resistivitas dan lain-lain). Dengan memanfaatkan hukum-hukum yang berlaku dalam ilmu fisika dan menggabungkan dengan beberapa persamaan matematik, sehingga dikembangkan beberapa metode geofisika yang selama ini dikenal, yaitu; gravitasi, magnetik, seismik refraksi dan refleksi, geolistrik, elektromagnetik, seismik tomografi dan sebagainya.

Bidang Geo-Elektromagnetik yang dikembangkan oleh Prof. Hendra Grandis sangatlah bermanfaat untuk negara kita Indonesia. Tentu hal ini sangat terkait dengan posisi geografis negara Indonesia yang berada pada pertemuan lempeng-lempeng besar dunia, yaitu lempeng Eurasia, lempang India-Australia, lempeng Pasifik serta lempang Filipina. Implikasi dari pertemuan lempeng-lempeng tersebut adalah kondisi geologi dan teknonik yang sangat rumit dengan tingkat kegempaan dan aktivitas gunung api yang tergolong sangat tinggi. Bahkan Indonesia termasuk negara yang memiliki gunung api aktif terbanyak di dunia. Akan tetapi, dampak positif dari tatanan geologi dan tektonik tersebut adalah terdapat banyak cekungan sedimen yang berpotensi sebagai zona potensi migas, zona mineralisasi serta potensi energi panas bumi yang sangat besar.

Dalam perjalanan karir pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, banyak hal yang telah dilakukan oleh seorang Prof. Hendra Grandis. Pria kelahiran Madiun, 5 September 1962 mengawali jenjang jabatan fungsionalnya pada 1 Agustus 1988 sebagai Asisten Ahli Madya, 1 Mei 1995 menjabat Asisten Ahli, 1 Oktober 1997 menjabat Lektor Muda, 1 Januari 2001 menjabat Lektor Madya dan Lektor, 1 Juni 2004 menjabat Lektor Kepala dan pada 1 Mei 2017 menjabat Guru Besar/Profesor. Tentu dalam perjalanan panjang ini, Prof Hendra Grandis telah banyak meluluskan mahasiswa jenjang Sarjana, Magister dan Doktor di ITB.

Selamat Berkarya Profesor Hendra Grandis.

Leave a Comment