Bandung – Setelah dilaksanakan proses seleksi yang cukup panjang dan ketat, akhirnya terpilih Agung Cahyo Syamsu, Mahasiswa program studi Teknik Geofisika angkatan 2014 sebagai Ketua Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) ITB 2017. Dikutip dari situs itb.ac.id, OSKM ITB adalah sebuah kegiatan kaderisasi awal bagi para mahasiswa baru ITB. OSKM ini bertujuan untuk menyambut para mahasiswa baru serta membekali mereka dengan berbagai wawasan tentang kemahasiswaan.

Mengusung tema “Mozaik Pergerakan Untuk Indonesia”, Agung ingin menyampaikan bahwa setiap insan dengan kontribusi sekecil apapun, akan mampu memberikan manfaat yang luar biasa ketika kontribusi-kontribusi kecil itu terangkai. Ketika disinggung mengenai alasannya tertarik maju sebagai calon Ketua Pesta Kaderisasi terbesar di ITB ini, Agung menyampaikan bahwa ia merasakan pengalaman yang berharga dalam kaderisasi awal terpusat dengan peran yang berbeda-beda. Menikmati peranan-peranan tersebut, membuatnya menyadari begitu pentingnya momen kaderisasi awal terpusat di dalam membentuk kepribadian mahasiswa baru, calon anggota Keluarga di Kemahasiswan ITB.

“Di tahun pertama saya sebagai seorang mahasiswa baru, saya menemukan banyak inspirasi baru yang membuat saya tersadar bahwa saya bukanlah lagi seorang siswa SMA yang hanya berpikir bagaimana  belajar dan bagaimana cara meraih prestasi, mengisi lembaran buku rapor dengan nilai yang membuat saya dan orang tua tersenyum bangga. Tetapi jauh lebih daripada itu, kami adalah mahasiswa. Dan semenjak saat ini, saya menjadi seorang insan yang diberikan sebuah amanah oleh masyarakat untuk menjadi penggagas atas permasalahan yang ada dan dialami oleh bangsa ini. Karena sejatinya, hidup ini bukan hanya tentang diri sendiri. Dan bahwasanya, putera-puteri harapan bangsa bukanlah rangkaian kata tanpa makna.” ungkapnya.

“Di tahun kedua saya sebagai seorang mentor, saya menemukan inspirasi bahwasanya ada, ada harapan-harapan baru tumbuh di negeri ini di setiap tahunnya. Wajah-wajah yang datang dengan penuh mimpi dan ambisi. Wajah-wajah yang haus akan inspirasi bagaimana seharusnya ia menjadi seorang mahasiswa seutuhnya. Lalu kami berbagi, menginspirasi, dan memberikan opini bagaimana seharusnya kita bergerak atas segala permasalahan yang ada; bagaimana kita menanggapi dan bagaimana kita memberikan solusi.” ujarnya menambahkan.

Agung menekankan bahwa mulai dari hal-hal sederhana dan memulai dari diri sendiri adalah prinsip yang harus dipahami oleh setiap insan. Lebih jauh lagi, ia merasa bahwa kesempatan untuk ikut tumbuh dengan menginspirasi banyak elemen di sekeliling kita adalah hal nyata yang harus diusahakan sejak awal. Inspirasi-inspirasi tersebut adalah dampak dari pergerakan individu yang memiliki karsa dan rasa. Karsa dan rasa tersebut adalah modal di dalam menghasilkan banyak karya di tiap sektor kehidupan. Karya-karya yang berkumpul satu sama lain membentuk mozaik-mozaik kecil. Karya yang dapat menginspirasi sekitar. Inspirasi yang dapat menghasilkan kesadaran individu-individu masyarakat Indonesia. Melalui OSKM, Agung meyakini akan banyak ide dan karya lahir dan tercipta di kampus ini, ide-ide dan karya-karya yang kemudian akan terangkai menjadi sebuah mozaik, sebuah mozaik pergerakan yang dapat menginspirasi Indonesia.

 

Leave a Comment