Bandung – Tepat pada hari Kamis (02/03/17) lalu, Institut Teknologi Bandung memperingati Dies Natalis ke-58. Berkaca dari sejarah yang ada, Technische Hoogeschool te Bandoeng yang merupakan cikal bakal dari ITB berdiri tanggal 3 Juli 1920 sebagai sekolah tinggi pertama di Hindia Belanda. Baru kemudian, sekitar 38 tahun setelah itu, Pemerintah Indonesia meresmikan berdirinya Institut Teknologi Bandung pada 2 Maret 1959. Rangkaian perayaan Dies Natalis ke-58 ini dibuka dengan sidang terbuka ITB yang bertempat di Aula Barat ITB (02/03) dilanjutkan dengan Olahraga keakraban keluarga besar dan mitra ITB (04/03), Pameran Karya serta Open House Fakultas (05/03) dan ditutup dengan kegiatan Jazz Aula Barat #4 (10/03).

Sidang terbuka yang telah dilaksanakan Kamis (02/03) lalu berisi dua mata acara utama yakni penganugerahan penghargaan kepada civitas ITB serta orasi ilmiah oleh Dr. Andri Dian Nugraha, S.Si., M.Si yang merupakan Kepala Program Studi S1 Teknik Geofisika ITB. Dalam Sidang Terbuka ITB tersebut, rangkaian acara diawali dengan sambutan oleh Prof. Indratmo Soekarno selaku Ketua Senat Akademik ITB. Menyusul kemudian sambutan oleh Ketua Majelis Wali Amanat ITB, Betti Alisjahbana. Sambutan terakhir diberikan oleh Rektor Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA.

Dalam orasi ilmiahnya, Dr. Andri Dian Nugraha, S.Si., M.Si  menyampaikan pidato ilmiah dengan judul “Tomografi Seismik 3D untuk pencitraan Struktur Bawah Permukaan pada Zona Tektonik Aktif dan Eksplorasi Energi Geotermal” yang berisi pemaparan singkat seputar teknologi Tomografi untuk kepentingan penyediaan energi terbarukan yang ramah lingkungan serta mitigasi bencana. Dikutip dari laman Berita ITB, pada penghujung acara Sidang Terbuka tersebut, ITB memberikan penganugerahan penghargaan kepada para dosen dari berbagai bidang (bidang pengajaran, bidang penelitian, bidang karya inovasi, dan bidang pengembangan institusi) atas kontribusi nyata yang mereka berikan.

*Dokumentasi oleh Kantor Berita ITB

Leave a Comment